Mudik

Inspirasi Budaya Jepang bagi Desainer Muda Indonesia

koran-sindo.com - Perkembangan pesat industri fashion di Indonesia menjadi daya tarik positif bagi negara lain. Hal tersebut terlihat dengan diadakannya Sakura Collection Asia Students Awards 2015. 

Acara finalnya berlangsung di AEON Mall BSD City, Minggu (17/1) lalu. Sakura Collection Asia Students Awards merupakan kontes desain busana yang terbuka untuk seluruh siswa non-Jepang dan desainer muda di Asia. Kontes ini merupakan bagian rangkaian dari Sakura Collectionyang telah diadakan selama empat tahun berturut-turut di Jepang. Tahun ini merupakan pertama kalinya Sakura Collection diadakan di Indonesia. 

Sebelumnya, kompetisi yang berlangsung setahun sekali sejak dua tahun silam ini hanya dihelat di Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Prancis. “Sakura Collection sebagai salah satu media bagi para talenta desain busana untuk mengembangkan bakatnya. Kompetisi ini juga bertujuan mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang,” ujar Noriko Tabata, selaku produser Sakura Collection. Noriko menuturkan familiernya kebudayaan Jepang di masyarakat Indonesia juga menjadi alasan Sakura Collection membawa kompetisi ini ke sini. 

“Kami akhirnya berekspansi ke Indonesia karena melihat banyak talenta yang berpotensi dan karakter budayanya hampir mirip dengan negara Asia yang kami sambangi sebelumnya,” lanjut Noriko. Sejak pendaftaran dibuka pada November 2015 lalu, sekitar 125 desain telah diterima dari kurang lebih 20 sekolah mode selama seleksi awal di Indonesia. Acara yang diselenggarakan oleh Sakura Collection dan Adventure Japan, didukung oleh The Japan Foundation Asia Centre serta disponsori oleh AEON Mall BSD City dan Api Magazine tersebut terbuka bagi seluruh siswa-siswi sekolah mode di Tanah Air. 

Mereka hanya harus memenuhi persyaratan berupa mengirimkan sketsa desain utama bertemakan budaya Jepang. 10 finalis yang masuk ke grand final harus mempresentasikan karyanya di hadapan kelima juri yang hadir, yakni Noriko Tabata dari Sakura Collection, Dr Tadashi Ogawa, Director General dari Japan Foundation, dua desainer Indonesia yaitu Ahmad Sofitulloh dan Taruna K Kusmayadi, serta model Indonesia Dhining Trihandayani. 

“Ada beberapa kriteria penilaian yang dilakukan dalam kompetisi tersebut mencakup kerapian, konsep, dan busana yang saling melengkapi,” kata Taruna saat konferensi pers di AEON MALL, Minggu (17/1) lalu. Para juri lantas memilih Agied Derta sebagai juara pertama. Mengusung tema “J-Food”, dia mengaplikasikan hidangan khas Jepang ke dalam busana yang quirky namun wearable. Untuk juara kedua adalah Didi Hartawan yang membawa tema “Warrior in Style”. Serta juara ketika diberikan kepada Ghaida Nasya dengan tema “White Ginkgo”. 

“Inspirasi tiga koleksi saya datang dari para warrior Jepang di medan perang. Saya tidak menyangka bisa menang karena koleksi para finalis bagus-bagus,” kata Didi yang merupakan siswa sekolah mode Susan Budihardjo saat ditemui di AEON MALL. Semua pemenang memperoleh hadiah berupa perjalanan gratis ke Jepang serta kesempatan untuk menampilkan desain busana mereka di Sakura Collection Yokohamapada Maret 2016 mendatang. 

Selain itu, para pemenang mendapatkan paket perjalanan wisata di sekitar prefektur Jepang bersama dengan semua desainer Asia lainnya, model, dan pemenang penghargaan, serta berkesempatan untuk mengikuti kelas di salah satu sekolah mode terbaik di dunia, Tokyo Bunka Fashion Gakuin. 

Mudik

Discover more articles like this