Mudik

BSD Akan “Private Placement" Rp 1,65 Triliun

Jakarta – Anggota Grup Sinar Mas, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), akan melakukan penambahan modal tanpa hak memesak efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement. Dari aksi ini, BSD membidik dana segar sebanyak Rp 1,65 trililun.

Manajemen BSD mengungkapkan, perseroan akan menerbitkan sebanyak 874,85 juta saham baru atau setara 5 persen dari modal ditempatkan. Adapun harga pelaksanan dipatok sebesar Rp 1.890 per saham.

“Rencana ini telah disetujui oleh rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan yang diselenggarakan pada 30 Mei 2013,” kata Manajemen BSD dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (18/3).

Sesuai rencana, pelaksanaan non-HMETD akan dilakukan pada 25 Maret 2015. Sementara itu, pengumuman pemberitahuan hasil pelaksanaan akan dilakukan pada 27 Maret 2015. Jika berjalan lancar, saham baru BSD bisa dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 14 April 2015.

Pada April 2014, BSD juga sudah melakukan private placement senilai Rp 1,59 triliun. Perseroan menerbitkan sebanyak 874,8 juta saham baru atau setara 5 persen dari modal ditempatkan.

Ketika itu, Sinar Mas Land, melalui anak usahanya PT Ekacentra Usahamaju dan PT Paraga Artamida, menyerap saham baru yang diterbitkan BSD. Adapun dana private placement telah digunakan untuk membiayai sejumlah rencana ekspansi pengembang properti tersebut.

Tahun lalu, BSD berhasil merealisasikan penjualan unit properti (marketing sales) sebesar Rp 6,5 triliun atau lebih tinggi 8,3 persen dibandingkan target semula yakni Rp 6 triliun. Meski demikian, jumlah ini turun 11 persen dibandingkan total realisasi marketing sales 2013 sebesar Rp 7,3 triliun.

Selama Januari – Desember 2014, BSD menjual sebanyak 2.422 unit perumahan, lahan, rumah toko, strata title, dan industrial. Secara rinci, penjualan rumah menyumbang porsi terbesar sebanyak Rp 3,1 triliun atau 48 persen dari total marketing sales. Jumlah ini diikuti penjualan lahan sebesar Rp 2 triliun (31 persen), rumah toko sebanyak Rp 664,3 miliar (10 persen), strata title senilai Rp 317,3 miliar (5 persen), dan industrial sebesar Rp 102,9 miliar (2 persen).

Dari segi proyek, sebagian besar marketing sales perseroan ditopang oleh BSD City Serpong dengan porsi sebesar 75 persen. Sementara itu, proyek Grand Wisata Bekasi dan Grand City Balikpapan masing-masing memberi kontribusi sebesar 6 persen.

Selanjutnya, Kota Wisata Cibubur menyumbang 5 persen, Taman Permata Buana sebesar 5 persen, dan Legenda Wisata Cibubur sebanyak 2 persen. Adapun Taman Banjar Wijaya Tangerang dan Kota Bunga Bogor memberikan 1 persen dari total penjualan.

Penulis: Antonia Timmerman/FMB

Mudik

Discover more articles like this