LLV Luncurkan Innolab untuk Buka Peluang Bisnis di Indonesia

news image

BSD City, 21 Oktober 2026 – Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, tercatat realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2% year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini mencerminkan aktivitas investasi yang terus berkembang dan membuka peluang bagi perusahaan global untuk menjajaki pasar Indonesia. Menangkap peluang tersebut, Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital Sinar Mas Land untuk sektor-agnostik di Asia Tenggara, meluncurkan Innovation Lab (Innolab), sebuah program akses pasar dan peluang komersialisasi yang dirancang untuk membantu perusahaan global memasuki pasar Indonesia melalui penguatan jaringan kemitraan strategis, pemahaman terhadap kebutuhan konsumen lokal, serta validasi peluang bisnis guna mendukung pertumbuhan usaha dan investasi jangka panjang.

Innolab diperkenalkan oleh Bayu Seto (Partner at Living Lab Ventures) dalam rangkaian Kumpul Connect for Change Summit 2026, pada 20 Oktober 2026 di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan. Forum ini menjadi wadah untuk memperkuat kemitraan dan memperluas peluang kerja sama antara startup nasional dan ekosistem global, guna mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia yang berdaya saing. Sebagai penggerak ekosistem kewirausahaan, sekaligus ecosystem partner Innolab, Kumpul turut memperkuat konektivitas antara perusahaan global dan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia. 

news image

LLV Innolab Membantu Perusahan Global Membangun Bisnis

Mulyawan Gani, CEO of Strategic Healthcare Investment & Ventures, Sinar Mas Land, mengatakan, “Indonesia memiliki potensi besar sebagai pintu masuk bagi perusahaan global yang ingin mengembangkan bisnisnya di Asia Tenggara. Melalui Innolab, kami memanfaatkan ekosistem Sinar Mas Land, salah satunya BSD City, sebagai living lab bagi perusahaan untuk memahami karakteristik pasar Indonesia, mengidentifikasi kebutuhan konsumen, serta menguji relevansi teknologi dan model bisnis yang dikembangkan. Perusahaan juga dapat membangun koneksi dengan calon mitra dan pemangku kepentingan yang tepat untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi dan memvalidasi potensi bisnis sebelum melakukan implementasi dalam skala yang lebih luas. Dengan pendekatan ini, kami berharap LLV Innolab dapat membantu perusahaan global membangun pijakan bisnis yang kuat dan membuka peluang pertumbuhan jangka panjang di Indonesia.”

Baca juga: LLV and Japanese Ambassador to ASEAN Discuss Strengthening Investment in BSD

Bayu Seto, Partner at Living Lab Ventures, mengatakan, “Kami bangga meluncurkan Innolab untuk membantu perusahaan global bergerak dari sekadar menjajaki pasar Indonesia menjadi membangun peluang bisnis yang nyata dan berkelanjutan. Bagi LLV, Innolab tidak hanya memfasilitasi akses pasar (market entry), tetapi juga mendorong kolaborasi pengembangan teknologi (co-innovation) di sektor strategis, yaitu energi terbarukan, kesehatan digital, semikonduktor generasi terbaru, logistik berkelanjutan, solusi lingkungan, dan sektor-sektor lain. Innolab turut menghadirkan alur program terstruktur mulai dari tahap penemuan (discovery), validasi ide (use case validation), hingga akselerasi eksperimen (POC acceleration).”

news image

Sesi Diskusi Panel di Peluncuran Innolab

Peluncuran Innolab turut diramaikan dengan sesi diskusi panel bertajuk “Accelerating Real-World Innovation”, dengan sejumlah pembicara, yakni Patrick Lay (Founder & Director of Retragreen), Priscilla Tjin (Senior International Representative MDEC), dan Grace Anastasia (VP of Global Partnership & Go-To-Market at Living Lab Ventures). Diskusi panel ini membahas empat topik utama, yaitu Bringing Technology and Innovation to the Market mengenai strategi membawa teknologi dan inovasi agar dapat diterapkan sesuai kebutuhan pasar; Go-to-Market in Action: Turning Market Entry into Real Validation tentang langkah memasuki pasar sekaligus menguji kesesuaian produk atau solusi dengan kebutuhan pelanggan; Why Ecosystem-Led Go-to-Market Matters mengenai pentingnya kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas akses pasar; serta What’s Next: Technologies & Regional Opportunities yang mengulas perkembangan teknologi dan peluang ekspansi bisnis ke pasar di Asia Tenggara.

Baca juga: Japan Thematic Fund Investasi di Bumame dan TWO Inc

Pembahasan mengenai pentingnya kolaborasi dan peluang ekspansi pasar tersebut sejalan dengan pendekatan yang diterapkan LLV Innolab, yakni Real Co-Innovation Delivery yang bertumpu pada tiga pilar, area uji lapangan, dukungan ahli, serta proses inovasi yang kolaboratif dan fleksibel. Implementasi pendekatan ini mencakup pencocokan startup dengan pemilik kekayaan intelektual (IP), business matching terstruktur, evaluasi teknis berbasis milestone, serta validasi pasar melalui uji coba dan riset pengguna. 

Innolab juga menyediakan pendampingan ahli global dan lokal serta akses ke teknologi mutakhir. Melalui ekosistem perkotaan modern seperti BSD City, perusahaan dan startup memiliki kesempatan untuk menguji produk dan mengembangkan teknologi di lingkungan kota modern yang dinamis, serta menyempurnakan solusi berdasarkan kebutuhan nyata sebelum melangkah ke tahap komersialisasi. Melalui Innolab, LLV mendorong kolaborasi antara startup dan korporasi untuk menghasilkan solusi inovatif bagi industri dan masyarakat, serta menghubungkan inovasi global dengan peluang bisnis di Indonesia.