Mudik

Gedung MICE Terbesar se-Asia Tenggara Dioperasikan awal 2015

Timlo.net – PT Indonesia Internasional Expo (IIE) menargetkan proyek pembangunan gedung Indonesia Convention and Exhibition (ICE) senilai Rp 3,8 triliun di BSD City, Tangerang, bisa dioperasikan awal 2015. Perusahaan patungan Grup Kompas Gramedia dan Sinar Mas Land itu telah menunjuk Hannover Fairs Internasional, anak usaha raksasa bisnis pameran dan konvensi Jerman Deutsche Messe AG sebagai operator gedung pameran dan konvensi terbesar dan termegah se-Asia Tenggara itu.

Baca juga: Raksasa Jerman Kelola Gedung Pameran Terbesar di Indonesia

Alasan Pembangunan ICE BSD

Pembangunan sarana ini dilatarbelakangi dengan makin berkembangnya industri jasa penyelenggaraan pertemuan, insentif, konferensi dan pameran (MICE) serta stabilitas ekonomi yang semakin membaik sehingga Indonesia mulai dilirik pangsa pasar penyelenggara pameran dan konferensi mancanegara, ujar Danny Budiharto, Presiden Direktur PT Indonesia International Expo (IIE) di Jakarta, Senin (7/7/2014).

Danny mengungkapkan meningkatnya jumlah pameran, konferensi dan acara skala nasional dan internasional tidak sebanding dengan keberadaan venue dengan kapasitas yang dapat menampung acara kaliber dunia tersebut. Dengan total investasi sebesar Rp 3,8 Triliun, kami percaya investasi kami tidak hanya akan bermanfaat bagi kita, tetapi juga kota di mana tempat ini berada dan pertumbuhan bisnis MICE di Indonesia,” paparnya.

Penjelasan Tentang ICE BSD

ICE dibangun diatas lahan seluas 22 hektar dengan total luas bangunan dua ratus ribu meter per segi. Fasilitas dan sarana yang dimiliki sepuluh Exhibition Hall dengan luasan 50 ribu meter persegi.

Ditambah outdoor exhibition space seluas 50 ribu meter per segi, fasilitas convention hall danmeeting room sebanyak 33 ruangan dengan kapasitas untuk 10.000 orang. Kemudian, in-house food productionF&B outlet, fasilitas parkir untuk 3000 kendaraan serta 300 kamar hotel bintang tiga.

Editor : Irawan Mintorogo

Mudik

Discover more articles like this